In House Training Pengukuran Karbon & Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM)

Dalam upaya mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan karbon sektor kehutanan, diperlukan pembelajaran yang komprehensif serta berorientasi pada penerapan di lapangan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Semesta Himba Borneo menyelenggarakan In House Training Pengukuran Karbon & Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) yang dilaksanakan pada 22–26 Juni 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur. Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dalam melakukan pengukuran karbon serta menyusun Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) sebagai bagian dari implementasi proyek karbon.

Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip, metode, dan tahapan penyusunan DRAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada sesi pembelajaran, peserta memperoleh materi yang mencakup konsep dasar dan kebijakan karbon sektor kehutanan, dasar-dasar analisis tutupan lahan, teknik pengukuran karbon di lapangan, perhitungan emisi baseline dan emisi proyek, hingga penyusunan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM). Seluruh materi disampaikan secara sistematis oleh instruktur yang berpengalaman melalui pembelajaran di kelas yang dipadukan dengan diskusi interaktif untuk memperkuat pemahaman peserta. 
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi studi kasus dan praktik penyusunan dokumen secara berkelompok. Melalui pendekatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman dalam mengidentifikasi sumber emisi, melakukan perhitungan karbon, serta menyusun DRAM berdasarkan kondisi dan kebutuhan proyek.

Proses pembelajaran ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam penyusunan dokumen yang sesuai dengan kaidah dan standar yang berlaku. 
Melalui rangkaian pelatihan ini, diharapkan peserta memiliki kompetensi yang lebih baik dalam melaksanakan pengukuran karbon, menghitung emisi, serta menyusun Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) secara profesional. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung implementasi proyek karbon yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap upaya pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.