Pelatihan Analis Geographic Information System (GIS) Kerja Sama PT. Semesta Himba Borneo dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur UPTD KPHP Damai

Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang geospasial, PT. Semesta Himba Borneo bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Damai, menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Analis Geographic Information System (GIS) pada tanggal 23-25 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Novotel, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan diikuti oleh 10 orang pegawai dari KPHP Damai. Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Direktur Utama PT. Semesta Himba Borneo, Irsan Supratman, S.Hut dan Kepala KPHP Damai, Muhammad Riva Yovani, S.P., M.Si.

Materi yang diperoleh peserta di dalam pelatihan ini meliputi (i) Konsep dasar GIS, (ii) Manajemen Data, (iii) Proses dan Analisis data spasial, dan (iv) Pemodelan spasial. Adapun Tujuan dari pelatihan ini adalah peserta diharapkan mampu mengoperasikan Sistem Informasi Geografis tingkat Lanjutan/Analis untuk mendukung kegiatan pemetaan hutan.


Pemateri pada pelatihan kali ini merupakan ahli di bidang forestry, forest resource conservation, remote sensing GIS, dan aerial mapping. Pemateri tidak hanya membekali peserta dengan materi teoritis, tetapi juga mengarahkan praktik secara langsung dengan pendekatan studi kasus nyata dari pengelolaan hutan di Kalimantan Timur. Metodologi pelatihan dirancang dengan pendekatan yang mengombinasikan teori dan praktik, agar peserta dapat langsung menerapkan materi sesuai kondisi KPHP Damai di lapangan.  Setiap peserta menggunakan perangkat laptop masing-masing dan bekerja langsung dengan data spasial menggunakan software ArcGIS.


Sepanjang pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Diskusi berjalan aktif, baik saat sesi teori maupun praktik. Peserta terlibat dalam berbagai latihan, seperti manajemen data, analisis data spasial, dan pembuatan pemodelan spasial. Kemampuan peserta dalam mengidentifikasi permasalahan spasial dan menerapkannya ke dalam tools GIS menjadi salah satu keberhasilan utama pelatihan ini. Peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam tugas sehari-hari. Keahlian dalam GIS tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga membuka peluang dalam pengambilan keputusan berbasis data, perencanaan yang lebih akurat, serta mendukung upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pelatihan Analis GIS ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia digital dan pemerintahan daerah dalam mencetak tenaga teknis kehutanan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.