Kemampuan teknis dalam sektor kehutanan tidak cukup hanya diasah melalui
pengalaman lapangan. Untuk itu, diperlukan kompetensi yang telah terverifikasi dan
sesuai dengan standar profesi. Menyadari pentingnya hal ini, PT. Semesta
Himba Borneo mengadakan Pelatihan dan Uji Kompetensi bagi calon GANISPH
Pemanfaatan Jasa Lingkungan Karbon, yang dilaksanakan pada 21-25 Juli 2025 di
Samarinda, Kalimantan Timur.
Tiga orang peserta terlibat dalam pelatihan intensif selama empat hari,
yang ditutup dengan satu hari untuk pelaksanaan uji kompetensi. Sepanjang
pelatihan, peserta dibimbing untuk memahami aspek teknis pemanfaatan jasa
lingkungan karbon secara menyeluruh, mulai dari konteks kebijakan hingga
keterampilan teknis pengukuran cadangan karbon di lapangan.

Kegiatan ini dipandu oleh Fasilitator yang berpengalaman dalam bidang kehutanan,
mitigasi perubahan iklim, serta pengelolaan karbon berbasis hutan. Materi
pelatihan disusun berdasarkan delapan unit kompetensi utama, yaitu Menerapkan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Mengorganisasikan Pekerjaan, Melakukan
Komunikasi Efektif, Menghitung Cadangan Karbon, Menghitung Emisi Karbon Hutan,
Menghitung Serapan Karbon Hutan, Menghitung Selisih Emisi dan Serapan Karbon,
Merencanakan Pemanfaatan Produk Jasa Lingkungan, dan Mengadministrasikan Produk
Jasa Lingkungan.
Dengan pendekatan pembelajaran yang partisipatif, peserta dilibatkan
dalam diskusi kelompok, studi kasus, serta praktik langsung pengukuran karbon
hutan menggunakan alat dan metode yang sesuai dengan standar teknis. Simulasi
proyek karbon juga diberikan untuk memberikan gambaran nyata proses pengelolaan
dari awal hingga pelaporan.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi pintu untuk memperoleh sertifikasi
resmi profesi, tetapi juga bertujuan memperkuat kapasitas tenaga teknis
kehutanan agar mampu berperan aktif dalam skema perdagangan karbon, REDD+, dan
program pengurangan emisi lainnya secara profesional dan beretika.
"Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi saya, terutama soal bagaimana
hutan bisa menjadi bagian dari solusi perubahan iklim. Sekarang saya jadi tahu
bagaimana cara kerja proyek karbon secara teknis" ujar salah satu peserta.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku teknis kehutanan dan pemangku kepentingan di daerah, guna mendukung pengelolaan hutan yang tidak hanya lestari, tetapi juga berkontribusi langsung dalam upaya global menanggulangi krisis iklim.