Pelatihan dan Uji Kompetensi GANISPH Pengujian Kayu Bulat Angkatan III 2025
Untuk menjadi tenaga teknis kehutanan yang andal, pengalaman lapangan saja tidak cukup, diperlukan juga penguasaan terhadap standar keterampilan dan kemampuan teknis yang telah diakui secara resmi. Berangkat dari prinsip ini, PT. Semesta Himba Borneo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan serta Uji Kompetensi bagi GANISPH Penguji Kayu Bulat pada tanggal 21 hingga 25 April 2025 di Semesta Training Center yang berlokasi di Samarinda. Kegiatan ini diikuti oleh tiga peserta yang menjalani pelatihan intensif selama empat hari, dilanjutkan dengan satu hari khusus untuk pelaksanaan uji kompetensi. Peserta dibekali dengan pemahaman teori dan praktik pengujian kayu bulat yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan kehutanan yang berlaku di Indonesia.

Instruktur dan asesor profesional yang berpengalaman dalam bidang kehutanan, pengukuran kayu, serta administrasi hasil hutan memfasilitasi pelatihan ini. Materi mencakup berbagai topik seperti (1) keselamatan dan kesehatan kerja (K3), (2) Melakukan komunikasi efektif, (3) pengenalan jenis kayu, (4) Menetapkan jenis sortimen kayu, (5) Menetapkan isi/volume kayu bundar besar dan sedang, (6) Menetapkan isi/volume kayu bundar kecil, (7) Menetapkan mutu penampilan kayu bundar, dan (8) Melaksanakan penatausahaan hasil hutan. Pelatihan dirancang dengan pendekatan interaktif. Para peserta didorong untuk aktif dalam diskusi, praktik langsung menggunakan alat ukur sesuai standar, serta mengerjakan studi kasus yang mencerminkan tantangan lapangan.

Pada hari terakhir, seluruh peserta mengikuti Uji Kompetensi GANISPH yang dipandu oleh asesor bersertifikat. Penilaian mencakup aspek pengetahuan teknis, keterampilan praktis di lapangan, serta sikap profesional yang wajib dimiliki oleh penguji kayu yang kompeten. Proses uji ini melibatkan aktivitas seperti pengukuran, identifikasi kerusakan kayu, hingga pembuatan laporan pengujian. Lebih dari sekadar memperoleh pengakuan formal melalui sertifikat, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya teknis dalam menerapkan prosedur kerja yang efisien dan berkualitas tinggi di sektor kehutanan.

Dengan standar kompetensi yang teruji, pengelolaan hasil hutan dapat dijalankan secara profesional, terbuka, dan berkelanjutan. "Saya merasa lebih percaya diri setelah mengikuti pelatihan ini. Banyak aspek teknis yang dulunya membingungkan kini menjadi lebih mudah dipahami," ujar salah satu peserta. Diharapkan di masa mendatang, program pelatihan dan uji kompetensi seperti ini dapat menjangkau lebih banyak tenaga teknis di bidang kehutanan untuk mendukung penguatan kapasitas SDM dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.