Kemampuan teknis dalam sektor kehutanan tidak cukup hanya diasah melalui
pengalaman lapangan. Diperlukan penguasaan keterampilan yang telah dibakukan
dan diakui secara profesional. Menyadari pentingnya hal ini, PT. Semesta Himba
Borneo mengadakan Pelatihan dan Uji Kompetensi bagi calon GANISPH Pengujian
Kayu Bulat, yang dilaksanakan pada 16-20 Juni 2025 di Semesta Training Center
Samarinda. Sembilan orang peserta terlibat dalam pelatihan intensif selama empat
hari, yang ditutup dengan satu hari untuk pelaksanaan uji kompetensi. Sepanjang
pelatihan, peserta dibimbing dalam menguasai teori dan praktik pemeriksaan kayu
bulat sesuai dengan peraturan kehutanan nasional.


Kegiatan ini dipandu oleh tenaga pelatih dan asesor profesional yang memiliki latar belakang kuat di bidang kehutanan, pengukuran hasil hutan, dan administrasi teknis. Materi yang diajarkan meliputi delapan kompetensi utama, yaitu: (1) keselamatan dan kesehatan kerja (K3), (2) Melakukan komunikasi efektif, (3) pengenalan jenis kayu, (4) Menetapkan jenis sortimen kayu, (5) Menetapkan isi/volume kayu bundar besar dan sedang, (6) Menetapkan isi/volume kayu bundar kecil, (7) Menetapkan mutu penampilan kayu bundar, serta (8) Melaksanakan penatausahaan hasil hutan. Dengan pendekatan pelatihan yang partisipatif, peserta dilibatkan dalam diskusi, praktik pengukuran secara langsung menggunakan alat ukur standar, serta simulasi studi kasus yang umum terjadi di lapangan.



Pada hari kelima, para peserta mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh asesor tersertifikasi. Proses asesmen mencakup penilaian terhadap pengetahuan teknis, keterampilan praktis, serta sikap profesionalisme yang menjadi standar bagi seorang GANISPH. Ujian tersebut mencakup pengukuran kayu, identifikasi cacat, hingga penyusunan laporan pengujian secara lengkap. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperoleh sertifikasi resmi, namun juga bertujuan untuk memperkuat kualitas sumber daya teknis agar mampu menerapkan praktik kerja yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan di bidang kehutanan.
"Sebelum ikut pelatihan ini, saya belum sepenuhnya paham aspek teknis pengujian kayu. Sekarang, saya jadi lebih siap menghadapi pekerjaan di lapangan."komentar salah satu peserta dengan semangat. Di masa yang akan datang, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak tenaga teknis kehutanan, demi mendukung pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan.