Pelatihan dan Uji Kompetensi GANISPH Pengujian Kayu Bulat Angkatan V 2025

Pengalaman lapangan memang penting dalam bidang kehutanan, namun penguasaan keterampilan berbasis standar nasional menjadi kunci utama untuk mencapai profesionalisme. Menanggapi kebutuhan tersebut, PT. Semesta Himba Borneo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi bagi para calon GANISPH Pengujian Kayu Bulat, yang berlangsung dari tanggal 28 Juli-1 Agustus 2025 di Semesta Training Center, Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang menjalani empat hari pelatihan intensif, dilanjutkan dengan sesi uji kompetensi pada hari kelima. Selama pelatihan, peserta dibekali dengan pengetahuan teoretis dan keterampilan teknis terkait pemeriksaan kayu bulat, sesuai dengan ketentuan regulasi kehutanan yang berlaku.


Kegiatan ini dipandu oleh tenaga pelatih dan asesor profesional yang memiliki latar belakang kuat di bidang kehutanan, pengukuran hasil hutan, dan administrasi teknis. Materi yang diajarkan meliputi delapan kompetensi utama, yaitu: (1) keselamatan dan kesehatan kerja (K3), (2) Melakukan komunikasi efektif, (3) pengenalan jenis kayu, (4)
Menetapkan jenis sortimen kayu, (5) Menetapkan isi/volume kayu bundar besar dan sedang, (6) Menetapkan isi/volume kayu bundar kecil, (7) Menetapkan mutu penampilan kayu bundar, serta (8) Melaksanakan penatausahaan hasil hutan.

Dengan pendekatan pelatihan yang partisipatif, peserta dilibatkan dalam diskusi, praktik pengukuran secara langsung menggunakan alat ukur standar, serta simulasi studi kasus yang umum terjadi di lapangan. 
Pada hari kelima, para peserta mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh asesor tersertifikasi. Proses asesmen mencakup penilaian terhadap pengetahuan teknis, keterampilan praktis, serta sikap profesionalisme yang menjadi standar bagi seorang GANISPH. Ujian tersebut mencakup pengukuran kayu, identifikasi cacat, hingga penyusunan laporan pengujian secara lengkap.


Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperoleh sertifikasi resmi, namun juga bertujuan untuk memperkuat kualitas sumber daya teknis agar mampu menerapkan praktik kerja yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan di bidang kehutanan.

"Sebelumnya saya belum terlalu memahami prosedur teknis pengujian kayu secara menyeluruh. Setelah pelatihan ini, saya merasa jauh lebih siap menjalani tugas sebagai GANISPH" ujar salah satu peserta dengan antusias.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak pelaku teknis di sektor kehutanan, sebagai bagian dari upaya kolektif menuju tata kelola hutan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.