Pelatihan dan Uji Kompetensi GANISPH Pengujian Kayu Bulat Angkatan VI 2025

Pengalaman lapangan tentu berperan besar dalam dunia kehutanan, tetapi kemampuan yang sesuai standar tetap menjadi faktor utama dalam membentuk profesionalisme. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Semesta Himba Borneo mengadakan Pelatihan sekaligus Uji Kompetensi bagi calon GANISPH Pengujian Kayu Bulat, yang diselenggarakan pada 15-19 September 2025 di Semesta Training Office, Samarinda, Kalimantan Timur.


Sebanyak enam orang peserta mengikuti rangkaian kegiatan ini, dengan empat hari pertama difokuskan pada pelatihan intensif dan hari kelima untuk uji kompetensi. Dalam pelatihan tersebut, mereka memperoleh pembekalan berupa teori dan keterampilan teknis mengenai pemeriksaan kayu bulat, sesuai regulasi kehutanan yang berlaku.


Pelatihan ini dibimbing oleh para pelatih dan asesor yang memiliki kompetensi mendalam dalam kehutanan, pengukuran hasil hutan, serta aspek administrasi teknis. Materi yang diajarkan meliputi delapan kompetensi utama, yaitu: (1) keselamatan dan kesehatan kerja (K3), (2) Melakukan komunikasi efektif, (3) pengenalan jenis kayu, (4) Menetapkan jenis sortimen kayu, (5) Menetapkan isi/volume kayu bundar besar dan sedang, (6) Menetapkan isi/volume kayu bundar kecil, (7) Menetapkan mutu penampilan kayu bundar, serta (8) Melaksanakan penatausahaan hasil hutan.

Melalui metode pelatihan partisipatif, peserta diajak terlibat dalam diskusi, praktik pengukuran langsung menggunakan alat standar, serta simulasi kasus yang sering ditemui di lapangan. Memasuki hari kelima, peserta menjalani uji kompetensi yang dipimpin oleh asesor bersertifikat. Asesmen ini menilai aspek pengetahuan teknis, keterampilan praktik, dan sikap profesional, sesuai standar yang ditetapkan bagi seorang GANISPH. Materi ujian meliputi pengukuran kayu, identifikasi cacat, hingga penyusunan laporan pengujian secara menyeluruh.


Program ini bukan sekadar kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi resmi, melainkan juga upaya meningkatkan kapasitas sumber daya teknis agar dapat menjalankan praktik kerja yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di sektor kehutanan.

"Setelah mengikuti pelatihan ini, saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan. Saya berharap bisa berkontribusi lebih baik dalam pengelolaan kehutanan", tutur salah satu peserta.

Ke depannya, program seperti ini diharapkan dapat diperluas jangkauannya sehingga lebih banyak tenaga teknis di sektor kehutanan yang terlibat, sebagai kontribusi bersama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.