Peningkatan kualitas tenaga teknis kehutanan tidak dapat dilepaskan dari
penguasaan kompetensi yang terstandar dan teruji. Menindaklanjuti kebutuhan
tersebut, Semesta Himba Borneo kembali melaksanakan Pelatihan dan Uji
Kompetensi Calon GANISPH Pengujian Kayu Bulat, yang berlangsung pada 15-19 Desember
2025 di Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan ini diikuti oleh dua puluh dua orang peserta yang berasal dari
latar belakang teknis kehutanan. Selama lima hari pelaksanaan, peserta
menjalani proses pembelajaran terstruktur, dengan empat hari pertama difokuskan
pada penguatan materi dan praktik, serta satu hari terakhir digunakan khusus
untuk pelaksanaan uji kompetensi.

Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali pemahaman mendalam terkait tata
cara pengujian kayu bulat sesuai ketentuan dan regulasi kehutanan yang berlaku.
Materi disampaikan oleh instruktur berpengalaman yang memiliki keahlian di
bidang pengukuran hasil hutan, klasifikasi kayu, serta administrasi teknis
kehutanan. Ruang lingkup pelatihan mencakup delapan unit kompetensi utama, antara
lain penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), komunikasi efektif,
identifikasi nama jenis kayu, penetapan sortimen, penghitungan volume kayu
bundar besar, sedang, dan kecil, penilaian mutu penampilan kayu, hingga
pelaksanaan penatausahaan hasil hutan. Seluruh materi dirancang untuk
memperkuat ketelitian dan konsistensi peserta dalam menjalankan tugas di
lapangan. Metode pembelajaran diterapkan secara interaktif dengan memadukan
diskusi, latihan teknis, serta praktik langsung pengukuran kayu menggunakan
alat standar. Peserta juga diajak membahas berbagai studi kasus yang sering
ditemui dalam kegiatan pengujian kayu bulat, sehingga mampu mengaitkan teori
dengan kondisi kerja nyata.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti uji kompetensi yang dipimpin oleh
asesor bersertifikat. Proses asesmen dilakukan secara menyeluruh, mencakup
evaluasi pengetahuan, keterampilan praktik, serta sikap kerja profesional. Pelaksanaan pelatihan dan uji kompetensi ini diharapkan dapat
menghasilkan tenaga GANISPH yang kompeten, bertanggung jawab, serta mampu
menerapkan prinsip kerja yang transparan dan berkelanjutan. Sertifikasi yang
diperoleh menjadi pengakuan atas kemampuan teknis sekaligus komitmen terhadap
standar profesi. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman
berharga untuk meningkatkan kualitas diri. "Pelatihan ini membantu saya
memahami detail teknis yang sebelumnya kurang saya perhatikan. Ini sangat
penting untuk pekerjaan di lapangan," ujarnya. Ke depan, Semesta Himba Borneo berkomitmen untuk
terus menyelenggarakan program pengembangan kompetensi serupa agar semakin
banyak tenaga teknis kehutanan yang siap berkontribusi dalam pengelolaan sumber
daya hutan secara profesional dan berkelanjutan.
