Pengalaman langsung di lapangan memang berperan penting dalam dunia kehutanan, namun standar kompetensi nasional tetap menjadi landasan utama untuk membangun profesionalisme. Sebagai respons atas kebutuhan tersebut, PT. Semesta Himba Borneo menggelar Pelatihan serta Uji Kompetensi GANISPH Pengujian Serpih Kayu pada 27-29 Agustus 2025, bertempat di Semesta Training Office, Samarinda, Kalimantan Timur.
Program ini diikuti oleh 6 orang peserta, terdiri dari dua orang yang
mengikuti pelatihan dan enam orang yang langsung menjalani uji kompetensi. Sesi
pelatihan berlangsung selama dua hari pertama, sementara asesmen dilakukan pada
hari terakhir. Peserta mendapatkan pembekalan baik teori maupun praktik
mengenai prosedur pemeriksaan serpih kayu sesuai regulasi kehutanan yang
berlaku.

Kegiatan ini dipandu oleh tenaga pelatih dan asesor profesional yang
memiliki latar belakang kuat di bidang kehutanan, pengukuran hasil hutan, dan
administrasi teknis. Materi yang diajarkan meliputi lima kompetensi utama,
yaitu: (1) Keselamatan dan kesehatan kerja (K3), (2) Melakukan komunikasi
efektif, (3) Menetapkan Dimensi dan Berat Serpih Kayu, (4) Menetapkan Mutu Penampilan Serpih Kayu, serta (5) Melaksanakan penatausahaan hasil hutan.

Metode pembelajaran yang digunakan bersifat interaktif, melibatkan
diskusi, praktik langsung dengan peralatan standar, hingga simulasi kasus nyata
yang biasa ditemui di lapangan. Pada hari ketiga, para peserta diuji oleh asesor bersertifikat melalui
rangkaian asesmen yang mencakup penguasaan pengetahuan teknis, keterampilan
praktik, hingga sikap profesional yang dituntut dari seorang GANISPH. Materi
ujian meliputi pengukuran serpih kayu, penilaian mutu, serta penyusunan laporan
hasil pengujian.

Selain menjadi pintu untuk memperoleh sertifikat resmi, kegiatan ini
juga ditujukan untuk memperkuat kapasitas tenaga teknis agar mampu bekerja
secara profesional, transparan, dan berkelanjutan di sektor kehutanan. "Pelatihan
ini membuka wawasan saya mengenai proses teknis pengujian serpih kayu. Dengan
praktik langsung yang diberikan, saya merasa lebih mantap menjalani tanggung
jawab sebagai GANISPH," ujar peserta dengan antusias. Harapannya, pelatihan dan uji kompetensi semacam ini
dapat terus berlanjut serta menjangkau lebih banyak tenaga teknis di bidang
kehutanan, sehingga mampu mendukung pengelolaan hutan yang lebih bertanggung
jawab dan berkelanjutan di masa depan.