Pelatihan Operator Geographic Information System (GIS) Kerja Sama PT. Semesta Himba Borneo dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur UPTD KPHP Damai

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang geospasial, PT. Semesta Himba Borneo bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Damai, menyelenggarakan Pelatihan Operator Geographic Information System (GIS) pada 20-22 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Novotel, Balikpapan, dan diikuti oleh 10 orang pegawai KPHP Damai. Pelatihan resmi dibuka oleh Direktur Utama PT. Semesta Himba Borneo, Irsan Supratman, S.Hut, dan Kepala KPHP Damai, Muhammad Riva Yovani, S.P., M.Si. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar sekaligus keterampilan teknis dalam pengoperasian GIS. Peserta dibekali dengan materi meliputi (i) Konsep dasar ilmu pemetaan/kartografi, (ii) Konsep dasar penginderaan jauh, (iii) Mengoperasikan Aplikasi Sistem Informasi Geografis, dan (iv) Display dan layouting. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar peserta mampu mengoperasikan GIS pada tingkat dasar/operator, sebagai dukungan dalam aktivitas pemetaan kawasan hutan.


Pemateri merupakan praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang forestry, forest resource conservation, remote sensing GIS, dan aerial mapping. Pemateri tidak hanya menyampaikan teori, tapi juga membimbing peserta melalui praktik langsung berbasis studi kasus nyata yang diambil dari wilayah kerja KPHP Damai. Metode pelatihan dirancang agar seimbang antara teori dan praktik. Setiap peserta membawa laptop masing-masing dan langsung bekerja dengan data spasial riil menggunakan software ArcGIS. Latihan mencakup manajemen data spasial, analisis spasial, hingga pembuatan model spasial.


Antusiasme peserta sangat tinggi sepanjang pelatihan. Diskusi berjalan aktif, baik dalam sesi teori maupun praktik. Salah satu poin keberhasilan pelatihan ini adalah meningkatnya kemampuan peserta dalam mengidentifikasi permasalahan spasial dan menerjemahkannya ke dalam solusi berbasis GIS. Diharapkan, ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari. Penguasaan GIS tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memperkuat proses pengambilan keputusan berbasis data, memperbaiki perencanaan tata ruang hutan, serta mendukung upaya pelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani dunia digital dengan pengelolaan kehutanan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana teknologi informasi bisa dimanfaatkan secara strategis oleh pemerintah daerah untuk mencetak tenaga teknis kehutanan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.