Pengendalian kebakaran hutan dan lahan membutuhkan strategi cepat, tepat, dan berbasis teknologi. Salah satu terobosan yang kini semakin relevan adalah penggunaan drone untuk mendukung pemetaan wilayah terdampak. Menyadari urgensi tersebut, PT. Semesta Himba Borneo bekerja sama dengan UPTD KPHP Sub DAS Belayan menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Drone untuk Pemetaan Kebakaran Hutan dan Lahan, yang dilaksanakan pada 23-25 September 2025 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.


Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai unit teknis kehutanan. Selama tiga hari, mereka dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait penerbangan drone, teknik pengambilan citra udara, serta pengolahan data spasial untuk mendukung pemetaan kebakaran. Materi yang diberikan meliputi: Pengenalan Drone dan Regulasi Penggunaannya, Teknik Penerbangan Drone untuk Pemantauan dan Pemetaan Karhutla, Pengambilan Data Spasial menggunakan Drone, Pengolahan Citra Udara untuk Pemetaan Wilayah Karhutla, hingga Pembuatan Peta Karhutla.


Dengan bimbingan fasilitator berpengalaman di bidang kehutanan dan teknologi pemetaan dengan menggunakan drone, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga melakukan praktik lapangan. Melalui simulasi pemetaan menggunakan drone, mereka belajar langsung bagaimana menghasilkan peta kebakaran yang akurat. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kehutanan dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain memperkuat keterampilan teknis, pelatihan ini juga mendorong efisiensi kerja, akurasi pemetaan, serta respons cepat terhadap kebakaran.


Ke depan, PT. Semesta Himba Borneo bersama UPTD KPHP Sub DAS Belayan berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan sejenis dengan cakupan lebih luas, termasuk integrasi teknologi drone dengan sistem peringatan dini dan pengelolaan data spasial. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa drone bukan sekadar alat, tetapi solusi nyata dalam mendukung upaya perlindungan hutan. Dengan penguasaan teknologi ini, tenaga kehutanan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memadukan konservasi alam dengan inovasi digital, khususnya dalam menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.