Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat hutan menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, KPHP Damai bekerja sama dengan Semesta Himba Borneo untuk menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kelas dan Pengembangan Usaha bagi KUPS LPHD Baras Bulaw, yang dilaksanakan pada 15-17 September 2025 di Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat.


Kegiatan ini diikuti oleh anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Baras Bulaw beserta perwakilan dari 8 KUPS yang beroperasi di wilayahnya, antara lain: KUPS Eben Haezer, KUPS Danum Takaq, KUPS Simpukng Lou Ades, dan KUPS Wisata Danum Lio. Total peserta mencapai sekitar 25 orang, terdiri dari pengurus KUPS serta pengelola LPHD.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan materi seputar penguatan kelembagaan kelompok, strategi peningkatan kelas KUPS, pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal, serta pemasaran digital dan branding produk hasil hutan non-kayu.


Beberapa hasil fasilitasi menunjukkan potensi besar dari masing-masing
KUPS. KUPS
Eben Haezer terus mengembangkan produk herbal seperti jamu kunyit asam
dan VCO, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan
sertifikasi produk, KUPS
Danum Takaq berupaya pengurusan izin PIRT, KUPS
Simpukng Lou Ades menunjukkan potensi unggulan pada produk olahan durian
seperti lempoq dan tempoyak, yang perlu didukung dengan
promosi digital dan peningkatan kapasitas produksi, Sementara
KUPS Wisata Danum Lio menonjol dalam pengembangan wisata alam
berbasis potensi lokal seperti danau dan gua, namun masih memerlukan
dukungan infrastruktur dan promosi.
Melalui kegiatan ini, peserta memahami pentingnya peningkatan kapasitas
usaha dan inovasi produk untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekitar hutan.
Antusiasme peserta juga menunjukkan semangat kolaborasi yang tinggi dalam
membangun usaha berbasis potensi hutan lokal.


Pelatihan di Kampung Intu Lingau ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan LPHD Baras Bulaw dan meningkatkan daya saing produk KUPS. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga pendamping, diharapkan seluruh KUPS dapat naik kelas menjadi kelompok Gold, serta berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelestarian hutan di Kutai Barat.