Menjadi tenaga teknis kehutanan yang kompeten tidak cukup hanya dengan pengalaman di lapangan, diperlukan pula penguasaan atas standar keahlian dan kemampuan teknis yang telah terverifikasi. Berdasarkan semangat tersebut, PT. Semesta Himba Borneo mengadakan kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi GANISPH Penguji Kayu Bulat pada tanggal 10-14 Maret 2025, bertempat di Training Center Semesta Himba Borneo di Kota Samarinda. Pelatihan ini diikuti oleh lima peserta yang selama empat hari menjalani pembekalan materi intensif, dan satu hari terakhir didedikasikan untuk uji kompetensi. Para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga diuji kemampuannya secara menyeluruh dalam praktik pengujian kayu bulat sesuai regulasi kehutanan yang berlaku di Indonesia.


Pelatihan ini difasilitasi oleh instruktur dan asesor berpengalaman di bidang industri kehutanan, pengukuran kayu, dan tata usaha hasil hutan. Untuk Pengujian Kayu Bulat materi yang disampaikan meliputi (i) Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), (ii) Melakukan komunikasi efektif, (iii) Mengidentifikasi jenis kayu, (iv) Menetapkan jenis sortimen kayu, (v) Menetapkan isi/volume kayu bundar besar dan sedang, (vi) Menetapkan isi/volume kayu bundar kecil, (vii) Menetapkan mutu penampilan kayu bundar, dan (viii) Melaksanakan penatausahaan hasil hutan.



Suasana kelas dibuat interaktif dan dinamis. Para peserta didorong untuk aktif berdiskusi, melakukan praktik langsung dengan alat ukur yang sesuai standar, serta menyelesaikan studi kasus yang sering ditemukan di dunia kerja nyata. Usai pelatihan, seluruh peserta mengikuti Uji Kompetensi GANISPH yang dilaksanakan oleh asesor tersertifikasi. Ujian ini mencakup penguasaan pengetahuan teknis, keterampilan lapangan, dan etos kerja yang wajib dimiliki seorang penguji kayu profesional. Proses uji mencakup berbagai aspek mulai dari pengukuran kayu, deteksi cacat, hingga penyusunan laporan hasil pengujian.
Lebih dari sekadar memperoleh sertifikat, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tenaga teknis dalam menerapkan standar kerja yang konsisten dan berkualitas di sektor kehutanan. Dengan penguasaan kompetensi yang telah diuji dan distandarisasi, pengelolaan hasil hutan dapat dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan. Saya merasa lebih siap dan percaya diri setelah mengikuti pelatihan ini. Banyak hal teknis yang sebelumnya belum saya pahami, kini menjadi lebih jelas, ungkap salah satu peserta dengan antusias.
Ke depan, pelatihan dan uji kompetensi seperti ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak tenaga teknis kehutanan, guna mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berperan penting dalam menjaga kelestarian dan keberlanjutan hutan Indonesia.