Penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang kehutanan membutuhkan
pembelajaran yang terarah, praktik yang relevan, serta validasi kompetensi yang
terukur. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Semesta Himba Borneo kembali
menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi GANISPH Pengujian Kayu Bulat yang
dilaksanakan pada 9–13 Mei 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur. Selama lima
hari pelaksanaan, peserta menjalani rangkaian program intensif yang terdiri
dari pembelajaran teoritis, pendalaman teknis, praktik lapangan, hingga asesmen
kompetensi sebagai tahap akhir evaluasi.

Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait
standar dan prosedur pengujian kayu bulat sesuai ketentuan kehutanan yang
berlaku. Pada fase pembelajaran, peserta memperoleh materi dari tenaga pengajar
berpengalaman yang membahas berbagai aspek penting, mulai dari pengenalan
karakteristik dan identifikasi jenis kayu, teknik pengukuran serta perhitungan
volume kayu bulat berdasarkan klasifikasi ukuran, hingga penilaian mutu fisik
dan administrasi penatausahaan hasil hutan. Selain itu, peserta juga dibekali
pemahaman tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta
komunikasi kerja efektif yang menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan tugas
teknis di lapangan. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif melalui
kombinasi penyampaian materi, diskusi kasus, simulasi teknis, dan praktik
langsung menggunakan alat ukur standar.



Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor profesional guna menilai kemampuan secara komprehensif, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan teknis, maupun sikap kerja. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki benar-benar sesuai dengan standar profesi GANISPH Pengujian Kayu Bulat. Melalui program ini, Semesta Himba Borneo tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan tenaga teknis kehutanan yang cermat, bertanggung jawab, dan siap mendukung tata kelola hasil hutan yang transparan serta berkelanjutan. Diharapkan, para peserta yang dinyatakan kompeten mampu mengimplementasikan keahlian mereka secara profesional di dunia kerja, sekaligus berkontribusi dalam mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang semakin berkualitas.

